Tersenyum dulu Kawan! Ini adalah sebuah cinta yang kulantunkan untuk sebuah nyanyian buat menggeringkan dahaga. Juga sebuah puisi yang kubacakan dengan tawa dan airmata disela-sela duka.
Kawan, terkadang datang dan pergi. Yang datang dijadikan saudara dan yang pergi juga dijadikan saudara. Karena kawan adalah segalanya, untuk menyembuhkan luka, untuk menghilangkan dahaga, untuk menciptakan tawa dan untuk menikmati hari-hari yang semakin suram untuk dilalui.
Kawan, ini adalah sepetik cinta dariku. Silahkan menjelajah rumahku. Silahkan menciptakan cinta dan tawa di sini. Hari ini, esok dan entah sampai kapan, Kawan adalah anugerah terindah yang pernah hadir dalam hidup.
Bagai setetes air yang mengalir di dahan empedu Bagai semilir angin yang mengalun mengayun dahan empedu Kucoba tuliskan nama-Mu Namanya dan nama kekasihku Di hitamnya bayang-bayang hatiku, kembali Karena nama-nama itu pernah terukir di... more
63 tahun merupakan langkah yang cukup lama pernah dicapai Indonesia, sebuah bangsa dengan berbagai kekayaan alam ini. 63 tahun pula yang menjadikan Indonesia semakin dewasa dipandang oleh berbagai negara di seluruh dunia. Berbagai... more